Sunday, September 17, 2006
Jika kita dapat menyentuh perasaan paling dalam dr jiwa manusia, maka kita akan mendapatkan banyak kebaikan yg melimpah-limpah, yang kadang-kadang pada tahap pertama sulit untuk ditangkap oleh pandangan mata..
Itu telah ku alami sendiri adikku. Dan telah kucuba pula kepada beberapa orang, bahkan terhadap orang-orang yg dianggap jahat dan kurang ajar!
Ikut merasakan apa yg sedang mereka rasakan, menunjukkan suatu penyesalan atas kekeliruan dan kesalahan yg mereka lakukan akibat ketololannya, menyatakan respons terhadap cita-cita dan keinginan mereka, memberikan pertolongan dan bantuan tanpa dibuat-buat kepada mereka, mencintai mereka sepenuh hati, maka..tidak berapa lama dari itu..akan tersingkaplah kebaikan-kebaikan dalam jiwa mereka di saat mana kamu telah menerima balasan cinta kasih dari mereka, kepercayaan yang kuat atas dirimu, dan rasa simpati mereka walaupun pemberianmu hanya sedikit dan tidak beharga asalkan kamu lakukan hal itu secara ikhlas, jujur, suci dan setulus hati sepenuh jiwa!
Sebenarnya kejahatan itu tidak begitu dalam menancap didalam jiwa manusia, dan tidak seperti apa yg kita bayangkan sebelumnya. Kejahatan itu hanyalah kulit luar yang mengeras disaat mana mereka sedang berjuang bermati-matian untuk mengekalkan kehidupannya.
Tetapi, setelah mereka beriman, maka kulit yg keras kaku itu akan terkelupas dengan sendirinya, dan keluarlah biji serta isinya yang manis itu..
Biji manis itu hanya akan terbuka kepada siapa yang mereka anggap dapat memberikan kedamaian dan keamanan bila mereka berada disampingnya. Dan manisnya buah itu hanya bisa dicicipi oleh siapa yang mereka anggap bisa merasakan apa yang mereka rasakan, yang mencintai mereka sepenuh jiwa, yang kasih sayang kepada mereka setulus hati, yang menaruh perhatian terhadap keinginan-keinginan mereka, yg mahu menghulurkan bantuan dan memberikan pertolongan terhadap pahit getirnya perjuangan hidup yang mereka sedang perjuangkan, bahkan diatas kesalahan mereka juga.
Sedikit berlapang dada dan meluaskan cakarawala sudah cukup menjadi modal pertama untuk mendapat kenyataan dari itu semuanya, lebih cepat dari approach yg dapat dilakukan oleh orang-orang yang menganut faham materialis sekularitis itu.
Itu sudah ku alami sendiri dan ku cuba adikku, dalam hal ini aku tidak ingin hanya bermuluk-muluk kata dan bermanis tutur bahasa sedang kenyataannya hampa belaka. Aku tidak ingin hanya membuat mimpi diatas sandiwara sebab itu pengalaman hidupku sendiri.
perikan surat sayyid Qutub utk adiknya diluar penjara..
o Allah..ease for me
~~*posted on*~~ Sunday, September 17, 2006